Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan di Madrasah Muallimin Yogyakarta

Penulis

  • Mia Rusmia Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon
  • Yeni Nuryeni Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon
  • Elfa Robi Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon
  • Latipudin Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

DOI:

https://doi.org/10.47453/edulead.v8i1.4145

Kata Kunci:

manajemen, mutu pendidikan

Abstrak

Suatu lembaga pendidikan tidak dapat berdiri sendiri tanpa manajemen yang baik; prestasi peserta didik merupakan tolak ukur yang memungkinkan lembaga tersebut dikategorikan sebagai berkualitas tinggi. Untuk itu, manajemen harus diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan meningkatkan prestasi siswa. Dalam manajemen kualitas pendidikan, ada tiga indikator penting: input mentah, proses, dan output. Institusi pendidikan harus memperhatikan ketiga aspek ini agar kualitas pendidikan dapat dicapai. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menelaah bagaimana upaya meningkatkan manajemen mutu pendidikan di Madrasah Mualimin Yogyakarta. Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tidak hanya memperhatikan input dan output; aspek proses, seperti pengambilan keputusan, pengelolaan program, pengelolaan kelembagaan, pendidikan, dan monitoring dan evaluasi, adalah yang paling penting. Belajar mengajar adalah yang paling penting dibandingkan dengan proses lainnya. Salah satu masalah pendidikan Indonesia saat ini adalah kualitas pendidikan yang rendah di semua jenjang dan satuan pendidikan. Untuk meningkatkan pendidikan nasional, berbagai upaya telah dilakukan, termasuk pelatihan dan peningkatan kompetensi guru, pengadaan buku dan media, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, dan peningkatan kualitas

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Anwar, S. (2020). Implementasi Total Quality Management (TQM) dalam bisnis pendidikan. EDUKA: Jurnal Pendidikan, Hukum, dan Bisnis, 4(2), 1–14.

Hadiono, K., & Santi, R. C. N. (2020). Menyongsong transformasi digital. Proceeding SENDIU, 978–979. https://www.researchgate.net/publication/343135526

Maulana, I., Soleh, J., Setiyawati, A., & Ahidin, U. (2022). Strategi digital branding dalam meningkatkan jumlah santri. Jurnal PERKUSI, 2(April), 169–178.

Meichaty, A. (2022). Implementasi Total Quality Management dalam meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri Bangko Kabupaten Merangin. Mikraf: Jurnal Pendidikan, 3(1), 1–11. https://staimaarifjambi.ac.id/jurnal/index.php/Mikraf/article/view/81

Mu'id, A. (2019). Peranan pondok pesantren di era digital. At-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah, 7(2), 62–79.

Muspawi, M. (2021). Strategi peningkatan kinerja guru. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 21(1), 101–109.

Republik Indonesia. (2019). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Sekretariat Negara.

Rusdi. (2018). Continues improvement sebagai upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan pedesaan. Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2(2), 150–160.

Sallis, E. (2002). Total quality management in education (3rd ed.). Kogan Page.

Samat, B. L. P. (2021). Inovasi pendidikan dan peran guru. Seri Publikasi Pembelajaran Inovasi Pendidikan, 1(2), 1–4.

Usman, M. I. (2013). Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam: Sejarah lahir, sistem pendidikan, dan perkembangannya masa kini. Jurnal Al Hikmah, XIV(1), 101–119. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/al_hikmah/index

Diterbitkan

2026-05-12