Analisis Kritis Proses Penginputan Data di Lingkup Pemerintahan Desa dan Usulan Peningkatan Efisiensi Menuju Tata Kelola Berbasis Digital: Studi Kasus dan Rekomendasi untuk Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan

Authors

  • Maemunah Maemunah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon
  • Aliman Aliman Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon
  • Harjasa Harjasa Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon
  • Asep Hidayah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon
  • Maya Nurul Azizah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

DOI:

https://doi.org/10.47453/etos.v7i2.3597

Keywords:

Analisis Kritis, Proses Penginputan Data, Peningkatan Efisiensi, Tata Kelola Berbasis Digital

Abstract

Tata kelola pemerintahan desa yang efisien dan akuntabel sangat bergantung pada sistem pengelolaan data yang andal. Di Indonesia, dorongan menuju digitalisasi melalui berbagai program pemerintah, seperti Sistem Informasi Desa (SID) dan Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES), telah mengemuka sebagai upaya untuk meningkatkan transparansi dan kualitas pelayanan publik. Namun, implementasi di lapangan sering kali menghadapi kendala signifikan, menjadikan proses penginputan data tetap konvensional dan rentan terhadap inefisiensi. Laporan ini menyajikan analisis kritis terhadap permasalahan tersebut, dengan menggunakan Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, sebagai studi kasus representatif. Metodologi yang digunakan adalah sintesis dan analisis komparatif dari berbagai studi literatur, tinjauan terhadap aplikasi digital yang tersedia, serta pembelajaran dari desa-desa lain yang telah berhasil bertransformasi. Temuan utama dari analisis ini menunjukkan bahwa inefisiensi dalam proses penginputan data di banyak desa, yang diasumsikan juga terjadi di Desa Kepuh, berakar pada penggunaan media berbasis kertas yang rentan terhadap kerusakan dan kehilangan, serta tidak efisien. Lebih jauh, kendala yang dihadapi bersifat multidimensi, meliputi keterbatasan infrastruktur teknologi informasi, ketiadaan anggaran yang memadai, dan yang paling krusial, rendahnya kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi informasi. Selain itu, ekosistem digital yang terfragmentasi akibat berbagai aplikasi pemerintah yang tidak terintegrasi menciptakan tantangan baru berupa duplikasi pekerjaan dan ketidakselarasan data. Sebagai solusi, laporan ini merekomendasikan sebuah strategi holistik dan bertahap. Pada tahap jangka pendek, disarankan untuk mengimplementasikan satu sistem informasi yang terintegrasi, yang mampu menyederhanakan proses manual yang kompleks. Untuk jangka menengah, fokus harus ditempatkan pada peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan intensif dan investasi pada infrastruktur teknologi. Terakhir, dalam jangka panjang, keberlanjutan proyek dapat dijamin dengan membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak, mencontoh keberhasilan desa-desa digital lain di Indonesia. Dengan demikian, laporan ini tidak hanya mengidentifikasi masalah, tetapi juga merumuskan peta jalan yang konkret untuk mewujudkan tata kelola desa yang modern, transparan, dan efisien.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Erida, Saadah, M. A., Syeftiani, T., Suri, A., & Fachrezi, Z. (2023). Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Sistem Informasi Desa dalam Rangka Peningkatan Good Governance Desa. I-Com: Indonesian Community Journal, 3(4), 2144–2152. https://doi.org/10.33379/icom.v3i4.3588

Fakhrurrazi, F., Nurhafni, N., Ula, M., Setiawan, A. L., & Arpika, A. M. (2022). Pengembangan Desa Digital dalam Pelayanan Publik dan Kearsipan Berbasis Teknologi Informasi di Gampong Reulet Timur. Rambideun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3), 252-260. https://doi.org/10.24832/jpnk.v5i3.3159

Khusnah, L., Lailiyah, N. R., Imdad, S., & Masruroh, F. (2022). Pelatihan Penggunaan Sistem Informasi Desa Berbasis Digital kepada Perangkat Desa Mengen Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso. Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom, 2(2), 159-162. https://doi.org/10.35719/ngarsa.v2i2.301

Oktavianty, O., & Djafar, M. F. (2024). Pelatihan Penggunaan Aplikasi Digital dalam Pemerintahan Desa untuk Meningkatkan Efisiensi Administrasi. Journal of Human and Education, 4(1), 112-121. https://doi.org/10.31004/jhe.v4i1.599

Ariesta, A., Fatimah, T., & Annissa, J. (2023). Penerapan Good Governance melalui Sistem Informasi Desa Digital pada Desa Wanagiri, Kecamatan Saketi-Pandeglang. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 145-156.

Supriyadi, S., Kurniawan, A., & Hidayat, R. (2025). Pelatihan Pembuatan Google Form bagi Aparat Desa untuk Menunjang Tugas di Desa Sangkanhurip. Journal of Innovation and Sustainable Empowerment, 4(1), 78-89.

Maryana, S., & Wibowo, A. (2025). Peran Digitalisasi dalam Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Pemerintahan. Indonesian Journal of Public Administration Review, 2(3), 234-248. https://doi.org/10.35912/ijpar.v2i3.4004

Setiawan, B., & Pratama, D. (2024). Implementasi E-Government untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik. Kebijakan: Jurnal Ilmu Administrasi, 11(2), 156-172.

Arifin, Z., & Susanto, H. (2023). Sistem Informasi Pengolahan Data Penduduk Berbasis Web Desa Compang Mekar Kabupaten Manggarai Timur. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 8(2), 287-296.

Republika Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Jakarta: Sekretariat Negara.

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. (2015). Pedoman Umum Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES). Jakarta: BPKP.

Additional Files

Published

2025-10-29