Gerakan Sempalan Hakekok Balakasuta Perspektif Bimbingan Konseling Lintas Agama Dan Budaya
DOI:
https://doi.org/10.47453/coution.v3i2.3574Keywords:
Sempalan; Hakekok; Bimbingan Konseling Lintas Agama dan Budaya.Abstract
Gerakan sempalan di Indonesia kembali mengemuka setelah munculnya video viral dari sekelompok orang yang sedang mandi bugil bersama di sebuah rawa yang berada di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Gerakan sempalan tersebut bernama Hakekok Balakasuta, disebut sempalan karena ajaran tersebut menyempal dari agama mainstream yang dianut oleh mayoritas masyarakat, yang dalam hal ini adalah agama Islam. Gerakan sempalan ini tentu tidak muncul dengan sendirinya, tetapi ada berbagai hal yang melatar belakanginya baik secara sosiologis maupun psikologis. Setelah aliran Hakekok diketahui oleh masyarakat luas, maka beragam respon negatif kemudian muncul dari berbagai lapisan masyarakat dan pemerintah. Jika tidak segera ditangani, maka akan rentan menimbulkan konflik. Bimbingan konseling lintas agama dan budaya menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam mengatasi permasalahan gerakan sempalan hakekok Balakasuta tersebut. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui gerakan sempalan Hakekok Balakasuta, Apa yang melatarbelakangi munculnya gerakan tersebut, dan bagaimana perspektifnya menurut bimbingan konseling lintas agama dan budaya. Metode dalam penelitian ini adalah literatur review dengan menganalisis artikel yang relevan, akurat, valid, dan berfokus pada tema gerakan sempalan Hakekok Balakasuta dan bimbingan lintas agama dan budaya. Hasil penelitian menunjukan bahwa Hakekok Balakasuta adalah aliran yang menyempal dari Agama Islam. Munculya aliran ini dilatar belakangi oleh faktor sosiologis seperti adanya pergerakan postmordenism, kriris kemanusiaan, ketidakpercayaan terhadap institusi keagamaan yang ada, menguatnya semangat konservatisme, dan adanya pemahaman liberal. Sedangkan faktor psikologis munculya aliran ini adalah munculnya halusinasi pendiri sempalan dan ketidakmampuan dalam pengendalian diri. Pendekatan bimbingan dan konseling lintas Agama dan Budaya menjadi salah satu solusi untuk menghadapi para pengikut aliran Hakekok Balakasuta di tengah masyarakat Indonesia yang plural.
Downloads
References
Ahmad Syafi’i Mufid, Nurkhazin, Syakirah, M. I. (2016). Pedonam Pembinaan Korban Aliran dan Paham Keaamaan di Indonesia.
Ahmad, U. (2016). Konseling Lintas Budaya Perspektif Abdurrahman Wahid. KONSELING RELIGI Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 7(1), 85. https://doi.org/10.21043/kr.v7i1.1667
Ardi Andika Wadi, H. (2017). Bimbingan Konseling Lintas Agama dan Budaya dalam Penanggulangan Radikalisme bagi Remaja. Al Irsyad, 22(1), 172–186.
Badruzzaman. (2017). Upaya penganggulangan penyebaran aliran sempalan di man model gorontalo. 3(1), 67–70.
Fakhruroji, D. S. D. M. (2017). Faktor Psikologis Dan Sosiologis Kemunculan Aliran Sesat Aliran Quraniyah Di Jawa Barat. Al-Tahrir, .17(.1), 51.
FARIDA, A. (2015). MEMAHAMI ALIRAN QURANIYAH DI KABUPATEN BANDUNG BARAT JAWA BARAT: DARI PROBLEM TEOLOGIS HINGGA EKONOMI. Penamas, Penelitian, Balai Pengembangan, D A N Jakarta, 28.
Fauziyyah, H., Dewi, D. A., Guru, P., Dasar, S., Pendidikan, U., & Kampus, I. (2021). Menghindari Aliran Sesat Di Kehidupan. Jurnal Edukasi Non Formal, 1(1), 180–187.
Hendrik Khoirul Muhid. (2021). Geger Aliran Hakekok Balakasuta, Ajaran Sesat dari Pandeglang? - Nasional Tempo.co. Tempo.Co. https://nasional.tempo.co/read/1441785/geger-aliran-hakekok-balakasuta-ajaran-sesat-dari-pandeglang
Iryana, W. (2018). Fenomena Gerakan Sempalan Islam Di Indonesia. Tsaqofah Dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan Dan Sejarah Islam, 3(1), 49. https://doi.org/10.29300/ttjksi.v3i1.1553
Junaidi, M. (2021). PERAN PENYULUH AGAMA TERHADAP KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI DESA SUKORENO KECAMATAN UMBULSARI KABUPATEN JEMBER. Falasifa, 1(1), 28–49.
Kompas.com. (2021). Aliran Hakekok Balakasuta Jadi Sorotan, Masyarakat Diminta Tidak Menghakimi | Asumsi. Maret, 2021. https://asumsi.co/post/aliran-hakekok-balakasuta-jadi-sorotan-masyarakat-diminta-tidak-menghakimi
Langaji, A. (2016). Dinamika Aliran Keagamaan Sempalan: Tinjauan Perspektif Sosialogi Agama. HIKMAH Journal of Islamic Studies, XII(1), 141–162.
Liputo, R. (2019). Eksistensi Penyuluh Agama Islam Dalam Menangkal Faham Radikalisme di Kecamatan Suwawa Timur Kabupaten Bone Bolango. Irfani, 15(2), 84–98. https://doi.org/10.30603/ir.v15i2.1344
Muhammad Radityo. (2021). MUI: Hakekok Balakasuta Aliran Sesat | merdeka.com. https://www.merdeka.com/peristiwa/mui-hakekok-balakasuta-aliran-sesat.html
Mulkiyan, & Suriati. (2020). Konseling dalam Konteks Pluralisme Agama. Mimbar: Jurnal Media Intelektual Muslim Dan Bimbingan Rohani, 6(1), 1–18.
Muwaffiqillah, M. (2007). GERAKAN ISLAM SEMPALAN: MITOS DISINTEGRASI DAN DIALOG INTRAAGAMA. ULUMUNA, 68–70.
Nazmudin, A. (2021). Apa Itu Ajaran Hakekok yang Janjikan 16 Pengikutnya Kaya dengan Mandi Telanjang? Halaman all - Kompas.com. Kompas.Com. https://regional.kompas.com/read/2021/03/13/080108578/apa-itu-ajaran-hakekok-yang-janjikan-16-pengikutnya-kaya-dengan-mandi?page=all
Noorbani, M. A. (2014). Perkembangan Aliran/Paham Keagamaan di Sumatera Barat. Jurnal Multikultural & Multireligius, 13(1), 173–186. http://jurnalharmoni.kemenag.go.id/index.php/harmoni/article/view/147
Pratiwi, I. E. (kompas. com. (2021). Ramai Aliran Hakekok, Kenapa Masih Ada yang Terbujuk Aliran Sesat? Halaman all - Kompas.com. https://www.kompas.com/tren/read/2021/03/13/203000765/ramai-aliran-hakekok-kenapa-masih-ada-yang-terbujuk-aliran-sesat-?page=all
Rifat Alhamidi. (2021). Ini 10 Poin Ajaran Menyimpang Kelompok Ritual Bugil “Hakekok.” News.Detik.Com. https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5494548/ini-10-poin-ajaran-menyimpang-kelompok-ritual-bugil-hakekok
Sirnopati, R. (2020). New Religious Movement: Melacak Spiritualitas Gerakan Zaman Baru di Indonesia. Tsaqofah, Jurnal Agama Dan Budaya, Vol. 18 No, 167–184.
Subhi, M. R. (2017). Implementasi konseling lintas budaya dan agama di sekolah. Jurnal Madaniyah, 1(12), 75–96.
Wadi, A. A. (2019). Bimbingan Konseling Lintas Agama dan Budaya dalam Penanggulangan Radikalisme bagi Remaja. Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 9(1), 29–39. http://194.31.53.129/index.php/Irsyad/article/view/1934
