Efektifitas Kurikulum Bimbingan Konseling Berbasis Personal And Social Development Terhadap Aspek Spiritual, Moral Dan Sosial Konseli
DOI:
https://doi.org/10.47453/coution.v3i1.3780Keywords:
Kurikulum BK, Personal & Social Development, Personal & Social EducationAbstract
Saat ini PSD menjadi kebutuhan penting bagi konseli untuk menata kehidupannya menuju masa yang akan datang. Akan tetapi pada kenyataanya, PSD masih belum menjadi prioritas utama dalam dunia pendidikan. Bagaimana praktisi BK memfasilitasi dan mengkaji kebermanfaatan PSD akan menentukan tempat dan peran PSD di dalam kurikulum pendidikan. PSD sebagai satu rangkaian dalam kurikulum merupakan hal penting bagi pendidikan itu sendiri, terutama bagi perkembangan pribadi sosial peserta didik/konseli. Dengan mengetahui letak PSD dalam pendidikan, maka kita dapat menata bagaimana PSD dapat diletakkan bersama-sama dalam kurikulum bimbingan dan konseling, serta dapat dijadikan sebuah panduan dalam pengembangan pembelajaran berbasis PSD dalam konteks yang lebih luas. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana membawa PSD masuk dalam kurikulum pendidikan dengan pengembangan sebuah model kurikulum berbasis personal & social education. Melalui pendekatan eksperimen yang di uji cobakan pada tingkat satuan pendidikan SMP di Kota Tomohon, penelitian ini mempertegas pengaruh PSD pada konsep kurikulum bimbingan konseling, khususnya dalam meningkatkan karakteristik peserta didik/konseli pada aspek spiritual, moral dan sosial.
Downloads
References
Azam, U. (2016). Bimbingan dan konseling perkembangan di sekolah teori dan praktik. Deepublish.
Babalis, T., Tsoli, K., Artikis, C. T., Mylonakou-Keke, I., & Xanthakou, Y. (2013). The Impact of Social and Emotional Learning Programs on the Emotional Competence and Academic Achievement of Children in Greek Primary School. World Journal of Education, 3(6), 54–63.
Fauzi, T. (2013). Comprehensive Guidance and Counselling Services in Schools. Managing and Developing School Guidance and Counseling Services Through Continuing Teacher Counselor Professional Development, 89.
Geldard, K., Geldard, D., & Foo, R. Y. (2019). Counselling adolescents: The proactive approach for young people. Sage.
Greenberg, M. T., Domitrovich, C. E., Weissberg, R. P., & Durlak, J. A. (2017). Social and emotional learning as a public health approach to education. The Future of Children, 13–32.
Macallister, J. (2012). Virtue epistemology and the philosophy of education. Journal of Philosophy of Education, 46(2), 251–270.
Martinsone, B. (2016). Social emotional learning: Implementation of sustainability-oriented program in Latvia. Journal of Teacher Education for Sustainability, 18(1), 57–68.
Mussey, S. (2022). Social-Emotional Learning Through STEAM Projects, Grades 4-5. Routledge.
Patti, J., Senge, P., Madrazo, C., & Stern, R. S. (2015). Developing socially, emotionally, and cognitively competent school leaders and learning communities.
Rahman, F. (2012). Modul ajar Pengembangan dan evaluasi program bk. PPGBK: Prodi Bimbingan Dan Konseling. Universitas Negeri Yogyakarta.
Waajid, B., Garner, P. W., & Owen, J. E. (2013). Infusing Social Emotional Learning into the Teacher Education Curriculum. International Journal of Emotional Education, 5(2), 31–48.
Wenger-Trayner, E., Fenton-O’Creevy, M., Hutchinson, S., Kubiak, C., & Wenger-Trayner, B. (2014). Learning in landscapes of practice: Boundaries, identity, and knowledgeability in practice-based learning. Routledge.

