Mengembangkan Keterampilan Warga Binaan Melalui Manajemen Program Sarana Asimilasi Dan Edukasi (SAE)
DOI:
https://doi.org/10.47453/coution.v3i1.3781Keywords:
Mengembangkan keterampilan Warga Binaan Pemasyarakatan; manfaat pembinaan kemandirian.Abstract
Lembaga Pemasyarakatan merupakan tempat untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk menjalani masa hukuman atau pembinaan, Lembaga Pemasyarakatan memiliki banyak sekali program pembinaan yang sangat bermanfaat bagi Warga Binaan sendiri. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang dapat melaksanakan program-program tersebut mereka sudah menjalani masa hukuman 2/3 masa hukumannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana program pembinaan kemandirian dalam mengembangkan keterampilan Warga Binaan, Apa saja manfaat pengembangan keterampilan ini bagi Warga Binaan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan mengambil latar di Lapas Kelas IIB Probolinggo, pengumpulan data dilakukan dengan menekankan sumber data lapangan sebagai data primer dan data literatur sebagai data sekunder. Penulis melakukan pengambilan subjek sebagai bahan penelitian ini berdasarkan metode purposive sampling, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pelaksaan pelatihan yang ada di Lapas Kelas II B Probolinggo dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan program kemandirian yang telah disusun oleh Lapas Probolinggo. Tujuan lain dari adanya program kemandirian Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) ini agar program kerja tersebut dapat memberikan bekal keterampilan sehingga keahlian yang telah dimiliki oleh Warga Binaan nantinya dapat menopang kehidupan setelah keluar nanti, baik nantinya membuka lapangan kerja baru dalam dunia perbengkelan, bekerja dipabrik dan sebagainya.
Downloads
References
Jumarni. (2019). Peran Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Watampone Dalam Pembinaan Narapidana Penyalahgunaan Narkoba Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan. Institut Agama Islam Negeri. (IAIN) Bone.
Kurniadi, Y U., et al. (2020). Nusantara ( Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial ). Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 7(2), 408–420.
Kurniawan, I., Saloko, S. A., & Aji, W. A. (2021). Pelatihan budidaya lele dalam kolam terpal bulat untuk keterampilan warga binaan di lapas iib sleman. 1–7.
Lexy J. Moleong. (1999). No Title. In Metode Penelitian Kualitatif (p. 7). Jakarta: PT Grafindo Persada.
Mahardika, A. E. (2020). Implementasi Uu No 12 Tahun 1995 Mengenai Capaian Tujuan Pemasyarakatan Melalui Lapas Terbuka. Justitia: Jurnal Ilmu Hukum Dan Humaniora, 481–493.
Marsudi Utoyo. (2015). Konsep Pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan Analysis Prisoners Guaidance To Reduce Level.
Matthew B. Miles, A. M. H. (2014). Analisis data kualitatif : buku sumber tentang metode-metode baru.
Pranata Enggi. (2018). Efektivitas Program Bimbingan Kerja dalam Mengembangkan Life Skill Warga Binaan Penjara.
Sandy Diana. (2021). Pola Pembinaan Kemandirian Sebagai Upaya Mengurangi Stres Pada Warga Binaan di Lapas Kelas IIA Banyuwangi.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (26th ed.).
Sunandar, A., Sintawati, E., & Faris, A. N. (2021). KREASI DAN INOVASI OLAHAN PISANG UNTUK MENINGKATKAN MENINGKATKAN KETERAMPILAN WARGA BINAAN LAPAS Universitas Brawijaya Email : [email protected] pemasyarakatan yang berada di jawa timur . Lembaga pemasyarakatan warga binaan dalam berbagai bidang . Lermbaga pemasyarakatan memiliki kesalahanya dengan harapan tidak akan mengulangi tindak pidana ( Annisau ,. November.
Suryan, S. (2017). Toleransi Antarumat Beragama: Perspektif Islam. Jurnal Ushuluddin, 23(2), 185–200.
Yektie Nurprayoga. (2019). Pola Pembinaan Karakter Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makasar.
Zainal, A. (2013). Penegekan Hukum Terhadap Kejahatan Narkotika Ditinjau Dari Aspek Kriminologi. Jurnal Al-‘Adl, 6(2), 44–61.

