Analisis Hukum Islam Terhadap Praktik Penundaan Perkawinan Karena Faktor Ekonomi

Authors

  • Sahrul Hanafi Universitas Pamulang

DOI:

https://doi.org/10.47453/edulaw.v8i1.4130

Keywords:

Hukum islam, Penundaan Perkawinan, ; Faktor Ekonomi, Fikih Munakahat, Maqasid syariah

Abstract

Fenomena penundaan perkawinan akibat faktor ekonomi semakin mengemuka di kalangan pemuda Muslim, menciptakan ketegangan antara anjuran syar’i dan tekanan sosio-ekonomi kontemporer. Penelitian ini bertujuan menganalisis status hukum penundaan perkawinan karena faktor ekonomi menurut hukum Islam, membedakan batasan antara penundaan yang diperbolehkan (jaiz) dan terlarang (makruh/haram), serta mengevaluasi keselarasan praktik tersebut dengan prinsip maqashid al-syari’ah. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif Islam dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, mengolah data primer (Al-Qur’an, Hadis, kitab fikih) dan sekunder (fatwa MUI, literatur kontemporer) melalui teknik istimbath, kaidah fikih, dan analisis maqashidi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penundaan perkawinan hukumnya jaiz apabila bersifat sementara, dilandasi kesulitan ekonomi objektif, dan disertai ikhtiar nyata memenuhi nafkah dasar. Namun, status hukum bergeser menjadi makruh jika didorong oleh standar materialistis yang memberatkan, dan haram apabila berpotensi menimbulkan kemudaratan syar’i seperti zina, gangguan psikologis berat, atau pelanggaran hak pasangan. Evaluasi maqashidi menegaskan bahwa perlindungan agama, jiwa, dan keturunan (hifz al-din, al-nafs, al-nasl) memiliki prioritas lebih tinggi daripada perlindungan harta, sehingga penundaan yang mengorbankan unsur daruri demi gengsi sosial tidak proporsional. Penelitian ini merekomendasikan revitalisasi pendidikan pranikah berbasis kesederhanaan, penguatan literasi keuangan syariah di tingkat komunitas, serta kebijakan afirmatif pemerintah untuk memudahkan akses pernikahan tanpa mengabaikan prinsip taysir.

Downloads

Download data is not yet available.

References

al-’Asqalani, I. H. (2000). Fath al-Bari bi Syarh Shahih al-Bukhari. Dar al-Ma’rifah.

al-Bukhari, M. ibn I. (2002). Shahih al-Bukhari (Vol. 4). Dar al-Fikr.

al-Ghazali, A. H. (1990). Ihya’ ’Ulum al-Din. Dar al-Ma’rifah.

al-Kasani, A. B. (2003). Bada’i’ al-Shana’i’ fi Tartib al-Shara’i’. Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah.

al-Qaradawi, Y. (2008). Al-Halal wa al-Haram fi al-Islam. Dar al-Syuruq.

Al-Qur’an al-Karim dan Terjemahnya. (2019). Kementerian Agama Republik Indonesia.

al-Suyuti, J. (1990). Al-Asybah wa al-Nazha’ir. Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

al-Syatibi, A. I. (2003). Al-Muwafaqat fi Usul al-Shari’ah (Vol. 2). Dar al-Hadith.

al-Syirbini, S. (1994). Mughni al-Muhtaj. Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah.

al-Syirbini, S. M. (1994). Mughni al-Muhtaj ila Ma’rifati Alfaz al-Minhaj (Vol. 3). Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

al-Thabari, M. ibn J. (2001). Jami’ al-Bayan ’an Ta’wil Ay al-Qur’an. Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah.

Aminah, S. (2022). Budaya Mahar dan Biaya Perkawinan di Masyarakat Urban Indonesia: Tinjauan Sosiologis dan Ekonomi. Jurnal Sosiologi Reflektif, 15(2), 210–225.

Aziz, F., & Hidayat, R. (2023). Maqashid al-Syari'ah dalam Fikih Perkawinan Kontemporer: Analisis Kritis terhadap Fenomena Penundaan Nikah di Kalangan Milenial Muslim. Jurnal Hukum Islam, 21(1), 45–68.

Hidayat, A., & Pratiwi, D. (2024). Komodifikasi Pernikahan dan Dampaknya terhadap Usia Pertama Kali Menikah di Indonesia: Tinjauan Sosiologi Hukum Islam. Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah, 12(1), 89–110.

Ibn ’Ashur, M. al-T. (2008). Maqasid al-Shari’ah al-Islamiyyah. Dar al-Nafa’is.

Ibn Nujaym, Z. al-D. (1997). Al-Bahr al-Ra’iq (Vol. 2). Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah.

Ibnu Qudamah, M. al-D. (2001). Al-Mughni (Vol. 7). Dar al-Fikr.

Indonesia, M. U. (2023). Fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2023 tentang Perkawinan di Tengah Tekanan Ekonomi dan Sosial. Sekretariat MUI Pusat.

Kamali, M. H. (2003). Principles of Islamic Jurisprudence. Islamic Texts Society.

Kurniawan, E., & Lestari, N. (2023). Literasi Keuangan Syariah dan Kesiapan Pernikahan: Studi Korelasional pada Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Journal of Islamic Economics and Finance, 9(2), 134–152.

Majallat al-Ahkam al-’Adliyyah (p. Pasal 39). (n.d.).

Manzur, I. (1990). Lisan al-’Arab. Dar Sadir.

Mulyadi, R., & Sari, I. P. (2023). Taysir vs Ta'sir: Dilema Fikih Munakahat di Tengah Tekanan Budaya dan Ekonomi Modern. De Jure: Jurnal Hukum dan Syar'iah, 14(1), 77–98.

Nugraha, A. S., & Wulandari, F. (2022). Pergeseran Makna Istitha'ah dalam Fikih Munakahat: Analisis Fatwa Kontemporer dan Implikasinya terhadap Pola Pernikahan Masyarakat Muslim. Jurnal Al-Ahkam, 11(2), 155–178.

Qudamah, I. (2001). Al-Mughni. Dar al-Fikr.

Rahmawati, D., & Hidayat, K. (2024). Budaya Mahar Tinggi dan Penundaan Perkawinan: Pendekatan Maqashidi dalam Merumuskan Kebijakan Pernikahan Berkeadilan. Samrah: Jurnal Hukum dan Keluarga, 18(1), 66–88.

Sahrul Hanafi. (2026). DARI CINTA MENJADI KOMITMEN (HUKUM PERKAWINAN DALAM PERSPEKTIF SOSIAL) (M. K. Dr. Sumiaty, MPH. (Ed.)). CV Dunia Penerbitan Buku.

Statistik, B. P. (2023). Statistik Pernikahan dan Usia Perkawinan Pertama di Indonesia 2013–2023. BPS RI.

Susanto, B., & Fatmawati, I. (2023). Keluarga Sakinah dan Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga: Reinterpretasi Konsep Qana'ah dalam Perspektif Sosiologi Islam. Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga, 16(1), 33–54.

Wahyudi, A., & Maulana, R. (2022). Fatwa MUI tentang Perkawinan di Tengah Tekanan Ekonomi: Analisis Maqashid al-Syari'ah terhadap Kebijakan Keagamaan Kontemporer. Journal of Indonesian Islam, 16(2), 289–312.

Zuhri, S., & Hidayat, M. (2023). Preventif Zina atau Tunda Nikah? Dilema Pemenuhan Maqashid al-Syari'ah pada Generasi Z Muslim Indonesia. Hukum Islam: Jurnal Pustaka dan Pemikiran, 20(2), 221–244.

Published

2026-06-29