Kesenjangan Ekonomi dan Pendidikan Di Desa Tegalgubug Lor Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat
DOI:
https://doi.org/10.47453/etos.v4i02.1721Keywords:
Kesenjangan, pendidikan, ekonomiAbstract
Setiap warga Negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan dikarenakan memperoleh
pendidikan merupakan hak dari warga negara. Begitu juga untuk masyarakat Desa Tegalgubug
Lor, mereka juga berhak menerima pendidikan yang layak. Pendidikan berperan sebagai dasar
dalam membentuk kualitas manusia yang mempunyai daya saing dan kemampuan dalam
menyerap teknologi yang akan dapat meningkatkan produktivitas. Namun kenyataannnya
masih banyak kasus kesenjangan pendidikan di Desa Tegalgubug Lor. Hal ini dapat dilihat dari
jumlah minat untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi sangat sedikit. Rendahnya minat
tersebut mengakibatkan pandangan masyarakat untuk tidak melanjutkan pendidikan dan lebih
mementingkan meningkatkan ekonomi keluarga. Pemerintah Desa Tegalgubug Lor dengan
segala upayanya untuk mengatasi kesenjangan pendidikan dan ekonomi di Desa Tegalgubug
Lor. Kemudian dengan adanya kegiatan pengabdian mahasiswa yang bertujuan untuk
mengatasi masalah kesenjangan pendidikan dan ekonomi Desa Tegalgubug Lor. Penelitian ini
menggunkan pendekatan Asset Based Community Development. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa kesenjangan ekonomi dan pendidikan yang terjadi di Desa Tegalgubug
Lor, penyebab terjadinya kesenjangan ini karena pola pikir orang tua yang menganggap bahwa pendidikan tidak penting bagi kehidupan dibandingkan dengan perekonomian keluarga dan
kurangnya edukasi tentang pentingnya pendidikan dan pada akhirnya berdampak pada
kesejahteraan dan perkembangan masyarakat yang lemah dan pembangunan desa secara fisik
maupun non fisik.
Downloads
References
Status Ekonomi Keluarga Dengan Motivasi Belajar Siswa Correlation Between
Family Economic Status And Learning Motivation For Students.” Jurnal Bimbingan
Konseling 7(2).
Anwar, Muhammad Hafidhudin et al. 2019. “Analisis Ketimpangan Perekonomian Terhadap
Tingkat Pendidikan Di Kecamatan Prambanan.” Jurnal Geografi, Edukasi dan
Lingkungan (JGEL) 3(1): 26.
Dewi, Anita Sunelvia, Puji Ariani, and Azimah Dianah. 2020. “Pengaruh Kondisi Ekonomi
Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah Pada Fakultas
Ekonomi Dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri.” Ekonomi dan Bisnis Syariah
4(2): 33–35.
Maharani, Sri, and Kairina Tambunan. 2022. “Kesenjangan Gender (Perempuan) Dalam
Mendapatkan Pendidikan Pada Masyarakat Pedesaan.” Jurnal Ilmu Komputer,
Ekonomi dan Manajemen (JIKEM) 2(1): 262–65.
Riyadi, Ghuzini. D. 2021. “Ketimpangan Pendidikan Dan Pendapatan Serta Pengaruhnya
Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Daerah Tertinggal , Terdepan Dan Terluar ( 3T )
Education and Income Inequality and Their Effects on Economic Growth in the Least
Developed , Frontier , and Outermost.” Kependudukan LIPI 16(2): 139–52.
Srirejeki, Kiky et al. 2020. “Pemetaan Potensi Desa Untuk Penguatan Badan Usaha Milik
Desa Dengan Pendekatan Asset Based Community-Driven Development.” Warta
LPM 23(1): 24–34.
Subroto, Gatot. 2014. “Hubungan Pendidikan Dan Ekonomi:Perspektif Teori Dan Empiris.”
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 20(3): 390.
Suyono, Akhmad. 2016. “Pengaruh Latar Belakang Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap
Prestasi Belajar Yang Dimediasi Oleh Fasilitas Belajar.” Journal of Accounting and
Business Education 1(2).
Vito, Benediktus, and Hetty Krisnani. 2015. “Kesenjangan Pendidikan Desa Dan Kota.”
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat 2(2): 247–51.
Wassahua, Sarfa. 2016. “Analisis Faktor-Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah Di Kampung
Wara Negeri Hative Kecil Kota Ambon.” Jurnal Al - I l t i z a m 1(2): 93–113.
Widiansyah, Apriyanti et al. 2017. “Peran Ekonomi Dalam Pendidikan Dan Pendidikan
Dalam Pembangunan Ekonomi.” Cakrawala XVII(2): 207–15.
Zhani, Indah Risma, Universitas Muhammadiyah Malang, and Menurut Rinnah. 2019. “Potret
Kesenjangan Ekonomi Dalam Cerpen Langgam.” 3(2011): 456–63.

