Upaya Modernisasi dan Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Desa Leuwimunding Majalengka

Penulis

  • Gama Pratama IAI Bunga Bangsa Cirebon

DOI:

https://doi.org/10.47453/etos.v2i1.209

Kata Kunci:

Modernisasi dan Inovasi, Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, Bank Sampah

Abstrak

Garbage is a problem that cannot be fully resolved by local governments. The local government is actually aware of this problem, but has not found an appropriate long-term solution. This research on efforts to modernize and innovate community-based waste management in Leuwimundong Village aims to 1. Obtain an overview of community-based organic and inorganic waste bank management in Leuwimunding Village, Leuwimunding District, Majalengka Regency. 2. Inventory problems in community-based waste management in Leuwimunding Village, Leuwimunding District, Majalengka Regency. 3. Provide recommendations for improving waste management through community-based waste banks in Leuwimunding Village, Leuwimunding District, Majalengka Regency This research is a qualitative descriptive, namely research that intends to describe a phenomenon. Collecting data using interview techniques, questionnaires, observation, and documentation. The data validity test used the triangulation method. The data were analyzed descriptively-qualitatively. From the results of this study, that the innovative strategy in managing rural household waste that has been carried out by the Waste Bank can run well in accordance with the objectives set in a program. Even though in carrying out these activities there are supporting and inhibiting factors that affect the implementation process, the Management is able to carry out its activities optimally. The existing supporting factors have supported the implementation of this activity properly and maintained what already exists as best as possible. Meanwhile, the current inhibiting factor which has become an obstacle to the running of an activity can be minimized by the management of the Waste Bank in Leuwimunding Village as well as possible. Minimizing barriers and increasing opportunities are the objectives of the Waste Bank activities so that existing activities can be achieved effectively and efficiently. Then gradually and continuously this program is able to produce the best output that can be emulated by the wider community and other regions, especially in terms of waste management program activities.

Abstrak

Sampah di menjadi masalah yang belum bisa diatasi sepenuhnya oleh pemerintah  daerah. Pemda sebenarnya menyadari masalah ini, tetapi belum menemukan solusi jangka  panjang yang tepat.  Penelitian perihal upaya modernisasi dan inovasi pengelolaan sampah berbasis  masyarakat di Desa Leuwimundong ini bertujuan untuk 1.Memperoleh gambaran  pengelolaan bank sampah organik dan anorganik berbasis masyarakat yang ada di Desa  Leuwimunding, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka. 2. Menginventarisir  problematika pada pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang ada di Desa  Leuwimunding, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka. 3. Memberikan  rekomendasi untuk menyempurnakan pengelolaan sampah melalui bank sampah berbasis  masyarakat yang ada di Desa Leuwimunding, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten  Majalengka  Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yakni penelitian yang bermaksud  mendeskripsikan suatu fenomena. Pengumpulan datanya menggunakan teknik wawancara,  kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Uji keabsahan datanya memakai metode triangulasi.  Datanya dianalisis secara deskriptif-kualitatif.  Dari hasil penelitian ini, bahwa strategi inovatif dalam mengelola sampah rumah tangga  pedesaan yang telah dilakukan oleh Bank Sampah ini dapat berjalan dengan baik sesuai  dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam suatu program tersebut. Walaupun dalam  menjalankan kegiatan tersebut terdapat faktor pendukung dan penghambat yang  mempengaruhi proses pelaksanaannya, Pengurus mampu menjalankan kegiatannya secara  maksimal. Faktor pendukung yang ada telah menunjang terlaksananya kegiatan ini dengan  baik dan mempertahankan apa yang telah ada dengan sebaik mungkin. Sedangkan faktor  penghambat yang ada saat ini yang dimana telah menjadi kendala berjalannya suatu kegiatan  ini mampu diminimalisir oleh pengurus Bank Sampah di Desa Leuwimunding dengan sebaik  mungkin. Dengan memperkecil hambatan dan memperbesar peluang merupakan tujuan dari  kegiatan Bank Sampah ini agar kegiatan yang telah berjalan mampu tercapai secara efektif  dan efisien. Kemudian secara bertahap dan berkesinambungan program ini mampu  mengeluarkan output terbaik yang dapat dicontoh oleh masyarakat luas maupun daerah - daerah lain khususnya dalam hal kegiatan program pengelolaan sampah 

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Anwas, Oos M. (2013) Pemberdayaan Masyarakat di Era Global. Bandung, Alfabeta.
Barnawi, B. (2020). Eksistensi Home Industri Kerajinan Anyaman Bambu di Heuleut Leuwimunding Majalengka di Era Revolusi Industri 4.0. Etos, 1(1), 34-42.
Heene, Aime. Dkk. (2010) Manajemen Strategi Keorganisasian Publik. Bandung, PT Refika Aditama.
Kementerian Lingkungan Republik Indonesia.
LP3B Buleleng-Clean Up Bali, 2003, Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis pada Masyarakat, USAID, Jakarta
Mardikanto, Totok dan Soebito, Poerwoko. (2013) Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perspektif Kebijakan Publik. Bandung, Alfabeta.
Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, 2003, Revisi Standar Nasional Indonesia (SNI) 03 – 3242 -1994 tentang Pengelolaan Sampah di Permukiman, Jakarta
Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, 2006, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 21/PRT/M/2006 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Pengelolaan Persampahan, Jakarta
Moleong, Lexy J., 2002, Metodologi Penelitian Kualitatif, cetakan ketujuh belas, Penerbit PT Remaja Rosdakarya, Bandung
Moloeng, Lexy J. (2005) Metode Penelitian Kualitatif. Bandung, Remaja Rosdakarya.
Noor, Irwan. (2013) Desain Inovasi Pemerintah Daerah. Malang, Universitas Brawijaya Press (UB Press).
Peraturan Bersama Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2012 dan Tahun 2012 Tentang Penguatan Sistem Inovasi Daerah. Jakarta, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Prihandarini, Ririen. (2004) Manajemen Sampah (Daur Ulang Sampah Menjadi Pupuk Organik). Jakarta, Perpod.
Sebastian, Yoris. (2014) Biang Inovasi. Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama.
Shulkhah, S. (2020). Mindset Masyarakat terhadap Produk Lokal di Desa Gelok Mulya dalam Perkembangan Kawasan Industri. Etos, 1(1), 43-54.
Theresia, Aprilia. dkk (2014) Pembangunan Berbasis Masyarakat. Bandung, Alfabeta.
Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 Pasal 20 ayat 2 Tentang Pengurangan Sampah. Jakarta,

File Tambahan

Diterbitkan

2020-04-28