Sosialisasi Hasil Benchmarking Penerapan Kurikulum Cambridge dan Best Practices Pendidikan di SD Budi Mulia Dua Panjen Kepada Guru-Guru Sd/MI di Kabupaten Cirebon

Penulis

  • Muhammad Iqbal Al Ghozali Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon
  • Firmansyah Firmansyah Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.47453/etos.v7i1.3460

Kata Kunci:

benchmarking, kurikulum Cambridge, pengabdian masyarakat, pendidikan dasar, best practices

Abstrak

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan hasil benchmarking penerapan kurikulum Cambridge dan Best Practice pendidikan di SD Budi Mulia Dua Panjen kepada guru-guru SD/MI di Kabupaten Cirebon. Kegiatan dilaksanakan selama lima bulan (Januari-Mei 2025) dengan melibatkan 5 sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah di Kabupaten Cirebon. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, workshop, dan pendampingan langsung kepada  guru – guru dari ke 5 sekolah tersebut. Hasil benchmarking menunjukkan bahwa SD Budi Mulia Dua Panjen menerapkan kurikulum terintegrasi yang menggabungkan kurikulum nasional, Cambridge, dan kurikulum khas sekolah dengan fokus pada pembentukan karakter berbasis 5 pilar dan 8 basis pembelajaran. Best Practice yang dapat diadaptasi meliputi: (1) pembelajaran berbasis living values, (2) sistem kelas heterogen untuk meningkatkan kolaborasi, (3) deep learning dan public speaking sebagai keterampilan wajib, (4) pemanfaatan perpustakaan sebagai pusat literasi yang menarik, dan (5) ekstrakurikuler terintegrasi dengan pembelajaran STEM. Hasil kegiatan ini peserta memahami konsep kurikulum Cambridge, mampu mengadaptasi Best Practice sesuai kondisi sekolah masing-masing, dan merasa termotivasi untuk mengimplementasikan inovasi pembelajaran. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Cirebon melalui transfer knowledge dan best practices. Kendala utama dalam kegiatan pengabdian ini berupa keterbatasan fasilitas, sumber daya manusia, dan finansial, namun kendala tersebut dapat diatasi melalui solusi kreatif dan kerjasama berbagai pihak. Strategi solusi yang bersifat kolaboratif seperti pemanfaatan teknologi sederhana, sistem mentoring antar guru, dan prioritisasi program sesuai kemampuan terbukti efektif dalam mengatasi berbagai keterbatasan

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Arends, R. I. (2012). Learning to teach (9th ed.). McGraw-Hill.

Camp, R. C. (1989). Benchmarking: The search for industry best practices that lead to superior performance. Quality Press.

Kemendiknas. (2010). Pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa: Pedoman sekolah. Kemendiknas.

Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.

Tillman, D. (2000). Living values activities for children ages 8-14. Health Communications.

UNESCO. (2015). Education 2030: Incheon declaration and framework for action for the implementation of sustainable development goal 4. UNESCO.

Cambridge Assessment International Education. (2018). Cambridge primary curriculum framework. Cambridge University Press.

Dharma, S. (2018). Implementasi kurikulum Cambridge dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Jurnal Pendidikan Inovatif, 12(2), 145-158.

Hidayat, R. (2019). Benchmarking sebagai strategi peningkatan mutu pendidikan. Educational Management Journal, 8(1), 23-35.

Mulyasa, E. (2017). Pengembangan dan implementasi kurikulum 2013. Remaja Rosdakarya.

Nuryana, Z. (2020). Living values education dalam pembentukan karakter siswa sekolah dasar. Character Education Journal, 5(3), 78-92.

Prihatin, T. (2021). Strategi implementasi pembelajaran berbasis karakter di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(2), 201-215.

Sari, I. P. (2020). Analisis penerapan kurikulum Cambridge di sekolah dasar Indonesia. International Education Studies, 13(4), 67-78.

Wijaya, A. (2019). Pengembangan model pembelajaran terintegrasi untuk meningkatkan keterampilan abad 21. Jurnal Teknologi Pendidikan, 21(1), 34-47.

Yusuf, M. (2021). Benchmarking pendidikan: Konsep dan implementasi. Educational Research Journal, 15(2), 89-103.

Diterbitkan

2025-08-05