Fenomena Main Hakim Sendiri dalam Kasus Pencurian: Telaah Hukum Positif dan Hukum Pidana Islam
DOI:
https://doi.org/10.47453/edulaw.v7i1.3306Keywords:
vigilantisme, pencurian, hukum pidana, jinayah, hukum Islam, KUHPAbstract
Fenomena main hakim sendiri atau vigilantisme merupakan permasalahan hukum dan sosial yang terus terjadi di
masyarakat, terutama dalam kasus pencurian. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji maraknya praktik main hakim
sendiri dari dua perspektif: hukum positif Indonesia berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)
dan konsep jinayah dalam fiqh pidana Islam. Metode penelitian menggunakan pendekatan normatif-yuridis dengan
analisis deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa baik dalam hukum positif maupun hukum Islam,
tindakan main hakim sendiri tidak dibenarkan. Penegakan hukum secara legal oleh otoritas yang sah menjadi prinsip
utama untuk menjaga keadilan, keteraturan, dan perlindungan hak asasi manusia
Downloads
References
Abdul Karim, M. (2020). Konsep Jinayah dan Penegakan Hudud dalam Perspektif Maqashid Syariah. Jurnal Hukum Islam, 18(2), 201–218. https://doi.org/10.24042/adalah.v18i2.7098
Agustina, T. S., & Winarto, H. (2020). Teori Strain dan Fenomena Kekerasan Kolektif dalam Vigilantisme. Jurnal Kriminologi Indonesia, 16(1), 45–59. https://doi.org/10.7454/jki.v16i1.400
Fadli, M. R. (2021). Strain Theory dan Fenomena Kekerasan Massa terhadap Pelaku Kejahatan. Jurnal Kriminologi Indonesia, 17(1), 45–60. https://doi.org/10.7454/jki.v17i1.12345
Ghazali, A. (2001). Al-Mustashfa min ‘Ilm al-Usul. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Harahap, S. (2021). Prinsip Keadilan Prosedural dalam Hukum Pidana Islam dan Relevansinya dengan Sistem Hukum Nasional. Jurnal Hukum Islam Nusantara, 4(2), 167–182. https://doi.org/10.24042/jhin.v4i2.16742
Hasibuan, R. A. (2022). Restorative Justice sebagai Solusi Alternatif terhadap Praktik Main Hakim Sendiri. Jurnal Hukum Responsif, 5(2), 145–159. https://doi.org/10.25041/jhr.v5i2.1633
Lestari, N. (2021). Ketidakpercayaan Masyarakat terhadap Hukum dan Fenomena Main Hakim Sendiri. Jurnal Ilmu Hukum Humaniora, 9(1), 33–47. https://doi.org/10.22219/jihh.v9i1.17725
Ma’ruf, A. (2019). Pengaruh Lemahnya Penegakan Hukum Terhadap Tindakan Main Hakim Sendiri. Jurnal Kriminologi Indonesia, 15(2), 122–134. https://scholar.google.com/scholar_lookup?title=Pengaruh%20Lemahnya%20Penegakan%20Hukum%20Terhadap%20Tindakan%20Main%20Hakim%20Sendiri&author=A.+Ma'ruf&publication_year=2019
Mardjono, R. (2020). Negara Hukum dan Tantangan Vigilantisme: Telaah Teoritis terhadap Praktik Keadilan Jalanan. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 50(2), 210–225. https://doi.org/10.21143/jhp.vol50.no2.4020
Mawardi, A. (2000). Al-Ahkam al-Sultaniyyah wa al-Wilayat al-Diniyyah. Beirut: Dar al-Fikr.
Muttaqin, M. (2020). Masyarakat dan Kejahatan: Fenomena Vigilantisme dalam Perspektif Sosiologi Hukum. Jurnal Sosiologi Reflektif, 14(1), 95–110. https://doi.org/10.14421/jsr.v14i1.2115
Nasution, A. H. (2020). Penegakan Hukum dalam Perspektif Negara Hukum dan Hak Asasi Manusia. Jurnal Konstitusi, 17(1), 23–39. https://doi.org/10.31078/jk1712
Prasetyo, T. (2020). Kekerasan Kolektif dalam Perspektif Sosial dan Hukum Pidana. Jurnal Hukum dan Kemasyarakatan, 9(2), 77–91. https://doi.org/10.22212/hukum.v9i2.8874
Putra, I. A., & Wahyudi, M. (2021). Perlindungan terhadap Hak Tersangka dalam Kasus Vigilantisme: Analisis Putusan MA. Jurnal Yustisia, 10(2), 245–258. https://doi.org/10.20961/yustisia.v10i2.53893
Putra, I. G. N. A., & Sulastri, I. M. (2021). Studi Kasus Fenomena Main Hakim Sendiri: Analisis Hukum dan Sosiologis. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 9(2), 147–158. https://doi.org/10.23887/jippk.v9i2.38962
Rizal, A. (2020). Tanggung Jawab Pidana Pelaku Main Hakim Sendiri dalam Perspektif KUHP. Jurnal Penegakan Hukum Indonesia, 4(1), 51–66. https://doi.org/10.33087/jphi.v4i1.133
Rohman, A. (2020). Peradilan Massa dalam Perspektif Hukum Pidana. Jurnal Yustisia, 9(1), 67–75. https://doi.org/10.20961/yustisia.v9i1.41958
Saragih, D. A. (2022). Vigilantisme sebagai Simptom Ketidakpercayaan terhadap Hukum: Kajian Sosio-Legal. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 22(1), 1–15. https://doi.org/10.30641/dejure.2022.V22.1-15
Sari, L. P., & Yuliana, R. (2022). Peran Media Sosial dalam Mempopulerkan Aksi Vigilantisme: Kajian Kriminologis. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 26(1), 85–98. https://doi.org/10.22146/jsp.69837
Simanjuntak, M. D. (2022). Vigilantisme dan Ketertiban Sosial: Ancaman terhadap Prinsip Negara Hukum. Jurnal Yuridika, 37(1), 101–118. https://doi.org/10.20473/ydk.v37i1.2022.101-118
Suhartono, R. (2021). Hukum Pidana dan Perlindungan Hak Asasi Manusia terhadap Tindak Kekerasan Massa. Jurnal Hukum dan Peradilan, 10(3), 357–376. https://doi.org/10.25216/JHP.10.3.2021.357-376
Sya’rawi, M. (2021). Potong Tangan dalam Kasus Pencurian: Telaah Kritis terhadap Implementasi Hudud. Jurnal Studi Hukum Islam, 13(1), 75–92. https://doi.org/10.15408/sdi.v13i1.21045
Utami, I. N., & Handayani, I. (2022). Vigilantisme dan Ketidakadilan Hukum: Analisis terhadap Respons Masyarakat terhadap Kriminalitas. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 52(1), 33–49. https://doi.org/10.21143/jhp.vol52.no1.4507
Wijayanti, R. (2021). Vigilantisme dan Budaya Lokal: Antara Kearifan dan Kekerasan. Jurnal Antropologi Indonesia, 42(2), 175–190. https://doi.org/10.7454/jai.v42i2.1057
Yusuf, A. M. (2022). Keadilan dan Kemaslahatan dalam Penegakan Hukum Pidana Islam. Jurnal Al-Mazahib, 10(2), 133–150. https://doi.org/10.18860/j.v10i2.12998
Zamroni, M. (2021). Maqashid Syariah dan Penegakan Hukum Hudud: Antara Idealitas dan Realitas Sosial. Jurnal Ilmu Syariah, 21(1), 45–59. https://doi.org/10.24042/jis.v21i1.8723
Zuhaili, W. (2003). Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu (Vol. 6). Damaskus: Dar al-Fikr.
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Authors

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.










