Kearifan Lokal Masyarakat Serawai dalam Tradisi Nujuh Likur : Relevansi Nilai-nilai Moral untuk Meningkatkan Literasi Budaya Siswa Sekolah Dasar

Authors

  • Ady Darmansyah Univeristas Tangerang Raya
  • Atika Susanti Universitas Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.47453/edubase.v3i2.660

Keywords:

tradisi Nujuh Likur, nilai moral, pembelajaran ppkn tematik, literasi budaya.

Abstract

The Nujuh Likur tradition is one of the local wisdoms of the Serawai tribe in South Bengkulu Regency. In addition to being a cultural performance, this tradition is full of moral values ​​that can develop the cultural literacy of elementary school-aged children. The objectives of this study include: to describe the procession of the Nujuh Likur tradition, the moral values ​​contained in it, and the relevance of the moral values ​​of the Nujuh Likur Tradition in the thematic Civics Education learning design for elementary school. This research is a qualitative descriptive study with an ethnographic approach. The results showed that the procession of the Nujuh Likur tradition was carried out when entering the 27th night of Ramadan which was marked by the implementation of the lanjaran burning activity in front of the house. Lanjaran, which is a coconut shell, is arranged vertically on wooden stakes that are plugged into the ground and burned. The values ​​contained in the Nujuh Likur tradition are (a) religious, (b) tolerance, (c) responsibility, (d) aesthetics, (e) obeying the rules, (f) cooperation and hard work (gotong royong). There is a relevance to the moral values ​​of the Nujuh Likur tradition in Civics learning class IV Theme 7 (Indahnya Keragaman di Negeriku), Sub Theme 2 (Indahnya Keragaman Budaya Negeriku) Learning 4.

Abstrak

Tradisi Nujuh Likur merupakan salah satu kearifan lokal suku Serawai di Kabupaten Bengkulu Selatan. Selain sebagai pertunjukan budaya, tradisi ini sarat dengan nilai-nilai moral yang dapat mengembangkan literasi budaya anak usia sekolah dasar. Tujuan penelitian ini antara lain: mendeskripsikan prosesi tradisi Nujuh Likur, nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya, dan relevansi nilai-nilai moral Tradisi Nujuh Likur dalam desain pembelajaran PKn Tematik SD. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi tradisi Nujuh Likur dilakukan saat memasuki malam ke-27 Ramadhan yang ditandai dengan pelaksanaan kegiatan pembakaran lanjaran di depan rumah. Lanjaran yang merupakan tempurung kelapa disusun secara vertikal di atas patok kayu yang ditancapkan di tanah dan dibakar. Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Nujuh Likur adalah (a) religius, (b) toleransi, (c) tanggung jawab, (d) estetika, (e) menaati aturan, (f) kerja sama dan kerja keras (gotong royong). Terdapat relevansi nilai moral tradisi Nujuh Likur dalam pembelajaran PKn kelas IV Tema 7 (Indahnya Keragaman di Negeriku), Sub Tema 2 (Indahnya Keragaman Budaya Negeriku) Pembelajaran 4.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aditya, I. K. D., Sumantri, M., & Astawan, I. G. (2019). Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle (5e) Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Sikap Disiplin Belajar dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SD Gugus V Kecamatan Sukasada. Jurnal Pendidikan Multikultural Indonesia, 2(1), 43–54. https://doi.org/https://doi.org/10.23887/jpmu.v2i1.20792
Ahmadi, D. (2008). Interaksi Simbolik: Suatu Pengantar. Jurnal Komunikasi (MEDIATOR), 9(2), 301–316. https://doi.org/https://doi.org/10.29313/mediator.v9i2.1115
Ahmadi, K., & Sofan, A. (2014). Pengembangan dan Model Pembelajaran Tematik. Prestasi Pustakarya.
Alba, A. P., Akbar. Sa’dun, & Nurchasanah. (2019). Bahan Ajar Tema Daerah Tempat Tinggalku Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 4(4), 421–426. https://doi.org/https://doi.org/10.17977/jptpp.v4i4.12228
Arfianawati, S., Sudarmin, & Sumarni, W. (2014). Model Pembelajaran Kimia Berbasis Etnosains (MPKBE) untuk Mengembangkan Literasi Sains Siswa. Prosiding Seminar Nasional IV Pendidikan Sains, 83–90. https://doi.org/10.18269/jpmipa.v21i1.669
Aryantini, N. P., Agung, A. A. G., & Dantes, K. R. (2018). Kontribusi Implementasi Manajemen Sekolah Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal Tri Hita Karana, Kepemimpinan Pelayan Kepala Sekolah, Budaya Sekolah dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Guru di SMP Negeri Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Jurnal Administrasi Pendidikan Indonesia, 9(2), 99–110. https://doi.org/https://doi.org/10.23887/japi.v9i2.2757
Badriyah, L. (2020). Empati dalam Tradisi Membakar “Tunam” dan “Melemang” saat Malam Nujuh Likur pada Masyarakat Kabupaten Kaur. Tsaqofah & Tarikh: Jurnal Kebudayaan Dan Sejarah Islam, 5(1), 52–70. https://ejournal.iainbengkulu.ac.id/index.php/twt/article/view/2943/2587
Bisri, M. (2022, April 27). Pemkab Bengkulu Selatan Hidupkan Kembali Tradisi Malam Nujuh Likur. RRI Bengkulu.
Budiwibowo, S. (2016). Membangun Pendidikan Karakter Generasi Muda Melalui Budaya Kearifan Lokal di Era Global. Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar Dan Pembelajaran, 3(1), 39–49. https://doi.org/https://doi.org/10.25273/pe.v3i01.57
Damayanti, R. (2016). Membangun Budaya Literasi Informasi Bagi Masyarakat Kampus. Iqra’, 10(1), 95–101.
Desmita. (2012). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Remaja Rosdakarya Offset.
Fitri, A. Z. (2012). Pendidikan Karakter Berbasis Nilai dan Etika di Sekolah. Ar-Ruzz Media.
Hamdi, S., Aulia Suganda, I., & Hayati, N. (2018). Developing Higher-Order Thinking Skill (HOTS) Test Instrument Using Lombok Local Cultures as Contexts For Junior Secondary School Mathematics. 4(2), 126–135. https://doi.org/https://doi.org/10.21831/reid.v4i2.22089
Handayani, H., Harmawati, Y., & Widyastanto, Y. (2021). Relevansi nilai kearifan lokal sebagai pendidikan moral. Citizenship: Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan, 9(2), 114–120. https://doi.org/10.25273/citizenship.v9i2.9293
Indrawan, R., & Yaniawati, P. (2016). Metodologi Penelitian. PT. Refika Aditama.
Istiawati, F. N. (2016). Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal Adat Ammatoa dalam Menumbuhkan Karakter Konservasi. Cendekia, 10(1), 1–18.
Kementerian Pendidikan Nasional. (2010). Desain Induk Pendidikan Karakter. Kemendiknas.
Khoeriyah, N., & Mawardi, M. (2018). Penerapan Desain Pembelajaran Tematik Integratif Alternatif Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Hasil dan Kebermaknaan Belajar. Mimbar Sekolah Dasar, 5(2), 63. https://doi.org/10.17509/mimbar-sd.v5i2.11444
Lickona, T. (2013). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. PT Bumi Aksara.
Lidi, M. W., Ningsih, & Dhiki, Y. Y. (2020). Identifikasi Potensi Kearifan Lokal Masyarakat Golewa Kabupaten Ngada sebagai Upaya Pengembangan di Bidang Pendidikan. OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika, 4(1), 21–29. https://doi.org/https://doi.org/10.37478/optika.v4i1.332
Martini, E. (2018). Membangun Karakter Generasi Muda melalui Model Pembelajaran Berbasis Kecakapan Abad 21. Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan, 3(2), 21–27. https://doi.org/https://doi.org/10.24269/jpk.v3.n2.2018.pp21-27
Maryam, & Musofa, A. A. (2018). Local Wisdom of Malay Moslem Community In Bengkulu. Journal of Malay Islamic Studies, 2(1), 65–74. https://doi.org/https://doi.org/10.19109/JMIS.v2i1.2732
Nurafni, A., Pujiastuti, H., & Mutaqin, A. (2020). Pengembangan Bahan Ajar Trigonometri Berbasis Kearifan Lokal. Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang, 4(1), 71. https://doi.org/10.31331/medivesveteran.v4i1.978
Nurchaili. (2016). Menumbuhkan Budaya Literasi Melalui Buku Digital. LIBRIA, 8(2), 197–209. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.22373/1211
Riyanti, R., Ali, M., & Khomsiyatun, U. (2022). Pendidikan Moral Anak Usia Dini Berbasis Kearifan Lokal dalam Keluarga. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(3), 2287–2295. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i3.2020
Rufaida, S. D. (2015). Pengembangan Sikap Sosial Siswa Menggunakan Pendekatan Pakem pada Pembelajaran IPS Kelas VB SD Negeri Mangiran, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul [Tidak diterbitkan]. Universitas Negeri Yogyakarta.
Saleh, S. (2016). Peran lembaga pendidikan dalam membentuk karakter bangsa. Seminar Nasional: Pendidikan IlmuIlmu Sosial Membentuk Karakter Bangsa Dalam Rangka Daya Saing Global, 101–112.
Samsudin. (2016). Nilai Islam dalam Ritus Kehidupan Orang Melayu di Kota Bengkulu. Syi’ar, 16(2), 67–82. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.29300/syr.v16i2.3266
Sari, T. P. (2018). Moral Values as Material for Teaching Character Education in Up and Doctor Strange Films. Journal of English Language Teaching and Cultural Studies, 1(2), 103–112. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.48181/jelts.v1i2.77
Sinthya, V., & Ramadan, Z. H. (2021). Malay Local Wisdom Values in Elementary School Learning. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 5(4), 613–621. https://doi.org/https://doi.org/10.23887/jisd.v5i4.38947
Soegito. (2011). Pendidikan Pancasila. Pusat Pengembangan MKU/MKDK-LP3 Universitas Negeri Semarang.
Stigler, J. W., Gallimore, R., & Hiebert, J. (2000). Using Video Surveys to Compare Classrooms and Teaching Across Cultures: Examples and Lessons Fromthe TIMSS Video Studies. Educational Psychologist, 35(2), 87–100. https://doi.org/10.1207/S15326985EP3502_3
Sudarmiani, S. (2013). Membangun Karakter Anak dengan Budaya Kearifan Lokal dalam Proses Pembelajaran di Sekolah. EQUILIBRIUM : Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Pembelajarannya, 1(1), 54–72. https://doi.org/https://doi.org/10.25273/equilibrium.v1i1.556
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Sukmadinata, N. S. (2016). Metode Penelitian Pendidikan. Remaja Rosdakarya.
Syamsu, K. (2018). The Implementation of School Literacy in Primary School. Advances in Social Science, Education and Humanities Research (ASSEHR), 125, 148–152. https://doi.org/https://doi.org/10.2991/icigr-17.2018.36.
Tantawi, I. (2019). Dasar-dasar Ilmu Budaya (Deskripsi Kepribadian Bangsa Indonesia). Prenada Media.
Triyono. (2019). Pentingnya Literasi Budaya di Desa Seni Jurang Blimbing. ANUVA (Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan Dan Informasi), 3(1), 77–85. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/anuva.3.1.77-85
Wibowo, S. F. (2019). Vitalitas Sekujang di Kabupaten Seluma.
Widyanti, T. (2015). Penerapan Nilai-nilai Kearifan Lokal dalam Budaya Masyarakat Kampung Adat Cireundeu sebagai Sumber Pembelajaran IPS. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 24(2), 161–166. https://doi.org/https://doi.org/10.17509/jpis.v24i2.1452
Wijaya, A. P., Mahayukti, G. A., Gita, I. N., & Parwati, N. N. (2019). Pengaruh Strategi Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transfering Berorientasi Kearifan Lokal terhadap Pemecahan Masalah dan Karakter. Pythagoras: Jurnal Pendidikan Matematika, 14(2), 178–187. https://doi.org/10.21831/pg.v14i2.25881
Winarno. (2013). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Bumi Aksara.
Yuliana, I. (2017). Pembelajaran Berbasis Etnosains dalam Mewujudkan Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar. ELSE (Elementary School Education Journal): Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 1(2a), 98–106. https://doi.org/https://doi.org/10.30651/else.v1i2a.105

Additional Files

Published

2023-02-28